
around at class ten G
Seperti kata pepatah “buah jatuh, tak jauh dari pohonnya” banyak yang berkata, saya tidak banyak memiliki kesamaan dengan orang tua maupun kedua kakakku.
Menurutku pribadi, saya adalah anak yang sedikit egois dan mandiri.
Banyak teman dekatku yang berkata saya ini tidak bersikap seperti anak-anak perempuan seperti pada umumnya, yang suka berdandan, memakai rok, memasak dan berbagai kegiatan yang berbau perempuan. Saya cenderung kurang ahli dalam hal memasak ataupun hal yang ditekuni perempuan-perempuan lain.
Saya tidak suka dikasihani dalam hal yang menurut saya, dapat saya hadapi. Karena dikasihani itu menurut saya hanya ada dalam kamus orang yang lemah dan tak kuat pendiriannya. Saya benci dengan orang yang selalu berlagak sok tau, padahal sebenarnya ia tidak mengerti apa-apa.
Saya juga tidak suka dengan orang selalu memotong pembicaraan saya dengan kalimat lain yang tidak penting.
saya sangat menyukai olahraga, bisa dikatakan saya cinta olahraga.
Saya juga sering bingung, banyak perempuan dianggap lemah dalam olahraga yang mengandung unsur kekerasan. Perempuan sering dianggap lemah bukan karena alasan tertentu, tetapi memang faktor lingkungan dan pribadi perempuan itu sendiri.
Saya jarang peduli dengan omongan miring orang-orang tentang saya, ini pribadi saya, ini kehidupan saya.
Sekeras apapun orang lain tersebut mencoba merusak atau menghancurkan kehidupan yang sudah saya tata mulai awal saya akan tetap kuat pada pendirian saya.

telah lepas, satu ksempatan yang bernama asa.
dan sekarang terombang ambing di benakku dan tak mau hilang meskipun hanya menunggu waktu
mugkin sampai sekarang aku hanya mampu berucap, siapa diriku sebenarnya??
mengapa aku melepaskannya
hati kecil pun berkata, itu lebih baik.
akhiranya aku pun sadar, banyak yang lebih baik dari seorag DIA
banyak yang lebih mengerti dari seorang DIA
dan aku kembali sadar, aku akan tetap hidup meskipun atau tanpa seorang DIA